shinyen_sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com Sat, 06 Sep 2008 16:37:58 +0000 http://wordpress.org/?v=2.6.2 en Jika itu Milik Ku.. http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/08/jika-itu-milik-ku/ http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/08/jika-itu-milik-ku/#comments Tue, 26 Aug 2008 05:45:53 +0000 shinyen-sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/08/jika-itu-milik-ku/

Jika itu Milik Ku..

Penghargaan itu satu harapan, biarpun bukan anugerah. Apa yang kita miliki sekarang, mungkin dari apa yang pernah dijejaki dulu. Apa yang diperolehi sekarang, mungkin dari apa yang pernah dirasai dulu. Untuk berhenti dan berpaling pada kenangan, menjadikan waktu dan impian dihadapan terlepas pandang. Mengapa masih berpaut pada kenangan, sedangkan impian boleh digapai…

Kita sering merenung detik berlalu, tanpa disedari ada detik yang membuat hati tersentuh. Detik tertinggal itu bukan dengan rela dilepaskan kerana di sana pernah wujud sesuatu yang indah. Detik itu pernah muncul satu kekuatan. Sometimes we never know what we got, until it arrives and leaves us.

Namun bila kita berpeluang menjejaki semula detik lalu, pasti ada impian yang tertangguh yang masih belum tertunai. Tak mungkin detik masa dapat mengembalikan semuanya. Jangan cuba melepaskan apa yang pernah digengam, jika itu membuat hati berduka, tapi belajar lah menerima dan menyimpannnya kerana ianya mutiara dari pengalaman hidup yang pernah dikutip. Kerana tidak semua yang kita kehendaki akan menjadi milik kita, tetapi belajarlah menerima apa yang dimiliki, biarpun bukan yang kita kehendaki…

]]>
http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/08/jika-itu-milik-ku/feed/
Hati Manusia Ibarat Cermin http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/02/hati-manusia-ibarat-cermin/ http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/02/hati-manusia-ibarat-cermin/#comments Wed, 13 Feb 2008 04:27:52 +0000 shinyen-sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/02/hati-manusia-ibarat-cermin/ Hati Manusia Ibarat Cermin

Hati manusia ibarat sebuah cermin, hal yang dipikirkan di dalam hati manusia itulah yang akan diucapkan, dan selanjutnya hal itu akan dilakukannya. Pada malam hari jika ada sesuatu yang dipikirkan, maka keesokan hari hal itu pulalah yang akan dilakukannya. Perjalanan dari suatu keberhasilan atau kegagalan karir seseorang persis sama seperti pikiran di dalam hatinya, gambaran yang sering timbul di dalam benaknya, tak lama kemudian akan terefleksi di dalam kehidupan nyata. Di dalam hati seorang kultivator (seseorang yang menempa diri dalam hal kebaikan)selalu dipenuhi dengan Sejati, Baik, Sabar, maka apa pun yang diucapkan dan dilakukan akan senantiasa berprinsip pada Sejati, Baik, Sabar pula. Manusia biasa memandang nama, kepentingan, dan perasaan, sebagai kenikmatan dalam hidup, maka dari itu perkataan dan kehidupan nyata mereka senantiasa menjadikan pengejaran terhadap kenikmatan materi sebagai tujuan hidupnya. Di dalam kehidupan manusia ada sejumlah materi yang tak berwujud, yang baru dapat dilihat setelah dipercaya, yang baru dapat dimiliki setelah dijadikan angan – angan terlebih dahulu.

Menurut cerita pada masa perang dunia kedua ada seorang pianis yang ditawan oleh pasukan musuh dalam suatu ajang peperangan. Ia disekap di dalam kurungan yang ukurannya persis dengan tubuhnya, hingga 7 tahun lamanya. Setelah 7 tahun berlalu tubuhnya yang telah demikian tersiksa itu sudah tidak berdaya lagi, teman – teman di sekitarnya mati satu demi satu, tapi di dalam hatinya masih penuh dengan hasrat untuk tetap bertahan hidup. Setelah perang selesai, pianis tersebut diantar pulang ke negaranya, disana ia memulai hidup baru. Semua orang heran setelah mendapati bahwa kemampuan bermain pianonya bukan hanya tidak mengalami kemunduran, namun justru lebih mahir dibandingkan sebelum ia menjadi tahanan. Ternyata selama menjadi tawanan perang, untuk mengatasi rasa takut yang amat sangat, juga untuk menyemangati dirinya untuk tetap bertahan hidup, setiap hari dia selalu bermain piano di dalam benaknya, semua gerakan yang berada di dalam benaknya selama tujuh tahun itu, persis sama dengan gerakan dalam keadaan nyata, semua bagian hingga yang terkecil diingatnya dengan sangat jelas, sedikit pun tidak ada perbedaan.

Kisah si pujangga besar pada jaman Dinasti Song yang bernama Su Dongpo, suatu saat ia sedang duduk bersemedi bersama seorang bhiksu bernama Foyin. Setelah beberapa saat berlalu, Su Dongpo membuka matanya dan bertanya pada Fo yin, “Coba anda lihat, saya duduk bersemedi begini terlihat seperti apa?” Foyin melihat sekujur tubuh Su Dongpo dengan seksama, kemudian mengangguk – anggukkan kepalanya dan memuji, “Anda terlihat seperti Buddha (Sang Sadar)yang agung dan khidmat.” Mendengar pujian dari Foyin, diam – diam Su Dongpo merasa sangat senang. Tak lama kemudian, Foyin balik bertanya pada dirinya, “Coba anda lihat, saya sendiri seperti apa?” Su Dongpo sengaja ingin mengolok – olok Foyin segera menjawab, “Saya lihat anda seperti seonggok kotoran sapi.” Setelah mendengar perkataan itu Foyin hanya tersenyum, dan sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun. Su Dongpo mengira ia telah berhasil mengerjai Foyin, setibanya di rumah ia segera menceritakan kejadian itu kepada adik perempuannya, Su Xiaomei. Tak di sangka setelah sang adik mendengar seluruh cerita tersebut bukannya memuji dirinya, bahkan sebaliknya menertawakan sang kakak yang pikirannya lamban. Dengan penuh rasa ingin tahu ia bertanya pada sang adik, “Mengapa kamu menertawakan aku?”

Dengan sepasang mata yang berbinar penuh akal, Su Xiaomei pun menjawab, “Di dalam hati Bhiksu Foyin ada Buddha, (Sang Sadar) maka ia memandang dirimu seperti Buddha, sedangkan di dalam hatimu hanya ada kotoran sapi, jadi melihat orang lain juga seperti kotoran sapi!”

Dari kisah ini dapat diketahui, dari perkataan orang yang mengkritik orang lain, tidak dapat diketahui secara pasti akar permasalahan dari orang yang dikritik tersebut, namun dari kata – kata kritikan itu dapat diketahui apa yang ada di dalam hati pikiran si pengkritik, pandangannya, pengetahuan, dan pengalaman serta taraf pemikirannya. Ini disebabkan oleh karena hati manusia seperti cermin, ketika seseorang mencaci maki orang lain, makian itulah merupakan pencerminan sesungguhnya dari taraf dan perangai orang yang mencaci tersebut, kondisi pikirannya, dan taraf pemikiran jiwanya juga kurang lebih sama seperti itu. “Cahaya Ilahi menerangi seluruh penjuru, menegakkan kebenaran memberikan penerangan.” Jika di dalam hati seorang kultivator senantiasa dipenuhi dengan kedamaian dan belas kasih, pasti bisa membuat takdir pertemuan yang buruk dalam hidupnya terurai menjadi kebajikan, maka segala sesuatu dalam pandangan hidupnya akan menjadi indah.

]]>
http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2008/02/hati-manusia-ibarat-cermin/feed/
kisah rembulan dan matahari shinyen http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/09/kisah-rembulan-dan-matahari-shinyen/ http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/09/kisah-rembulan-dan-matahari-shinyen/#comments Sun, 02 Sep 2007 12:03:45 +0000 shinyen-sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/09/kisah-rembulan-dan-matahari-shinyen/ Kisah REMBULAN DAN MATAHARI

Rembulan yg indah itu telah menerangi malam yang gelap. Dengan cahayanya yang tidak pernah gentar dengan pekatnya malam malah tetap bersemangat coba menerangi. Pasangan kekasih suka sekali menjadikan rembulan sebagai saksi ‘biarlah bulan menjadi saksi’

Rembulan, terima kasih kerana kamu tidak pernah jemu untuk hadir menemani malam gelapku. Walaupun kamu tidak selalu bercahaya penuh, kamu tetap bercahaya. Aku akan merinduimu tatkala awan hitam menutupi kamu sehingga kamu tidak kelihatan. Aku sentiasa memperhatikan kamu dari jendela kamar aku cuma kamu tidak pernah menyadarinya.

Sesekali terlihat bulan berwarna merah. Kenapa sang rembulan? Adakah kamu gering? Aku khawaatir… aku sedih jika kamu gering. Aku mau kamu bersinar terang, tanda kamu ceria. Biar aku sembunyi memerhatikan kamu, aku tetap bersama kamu.

Matahari, kamu cukup bermakna pada sang rembulan. Cahaya kamu telah memberi harapan sang rembulan bercahaya pada malam yang gelap. Tanpa cahayamu rembulan tidak akan hadir pada malam hari. Dia menerangi setelah diterangi, dia bercahaya saat kamu beredar, dia sentiasa hadir bersama kamu, dia tidak pernah jemu mengganti tugasmu. Cinta kalian cukup agung. 

sayangnya kamu hanya bertemu Cuma sesaat. Saat senja yang merah, ada rembulan yang melihat untuk kamu. Saat keagungan itulah wujudnya ketenangan pada semua insan ketika memerhatikan kamu, cinta agung sedang bertemu. Sayangnya cuma seketika.

Sampai kapan pun kamu tidak akan bersama, kerana kamu punya pendirian yang berbeda walaupun cinta kamu cukup kuat. Nyatalah, cinta bukan segalanya sehingga menyatukan kamu, dengan cinta jugalah yang telah memisahkan kamu…..

Bintang, kenapa kamu bersembunyi? Cahayamu tenggelam di cerahnya rembulan, cahayamu terang menaburi  langit yang kelam saat cahaya rembulan gelap. Bukankah kamu cukup setia menemani rembulan setiap malam? Apakah dia tidak sadar akan hadirmu? Kamu juga tenggelam kerana cinta pada rembulan. Kamu hanya memerhatikan setianya cinta rembulan dan matahari. Kamu sentiasa bersama rembulan namun kamu juga tidak dapat sama bercahaya dengan rembulan.

Takutkah kamu untuk bercahaya megah disisi rembulan, kamu hadir pada jasadnya namun cahaya kamu tidak ada bersamanya. Pengorbanankah itu atau kamu sebenarnya lahir sebagai pengecut. Alasannya kerana cinta…..

Pungguk, kamulah pemerhatian yang hebat. Melihat cinta rembulan pada mentari, melihat setia bintang pada rembulan, melihat pengorbanan matahari agar rembulan dan bintang terus menyinar. Lalu kamu sebenarnya bertugas sebagai apa? Cinta punya segalanya namun cinta yang agung belum tentu mampu menyatukan dua cinta menuju bahagia.

Pulanglah wahai sang pungguk,  kamu tidak usah  terus mencari jawapan tentang keperluan cinta. Saat mengejar bahagia, bukan semua cinta akan menyatu. Ada yang perlu yang kita lepaskan, ada yang kita dapat. Kebahagian itu cuma bonus dalam kehidupan kita. Moga rembulan bahagia, semoga matahari bahagia, moga bintang bahagia, moga pungguk bahagia, walaupun jalan kalian berbeda

]]>
http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/09/kisah-rembulan-dan-matahari-shinyen/feed/
shinyen http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/01/shinyen/ http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/01/shinyen/#comments Fri, 12 Jan 2007 10:54:14 +0000 shinyen-sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/01/shinyen/ I’m not sure when it happened

But I’m very glad it did

You came into my life when

I really needed a friend like u

The more I get to know you

The more I know myself

And this is why I’m thankful

For you are just yourself

I promise to always be here

Forever and to the end

You are the true definition of

My Very Best Friend!

]]>
http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2007/01/shinyen/feed/
for my lovely frens http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2006/07/for-my-lovely-frens/ http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2006/07/for-my-lovely-frens/#comments Thu, 20 Jul 2006 13:11:04 +0000 shinyen-sakura http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2006/07/for-my-lovely-frens/ Friendship . . .

. . . is you.
. . . is love.
. . . is shared.
. . . is forgiving.
. . . is understanding.
. . . is shared secrets.
. . . heals many hurts.
. . . is not judgmental.
. . . is shared laughter.
. . . is slow and steady.
. . . can be angry at times.
. . . is dependable and true.
. . . is more precious than silver or gold.
. . . is meant to be savored like fine wine.
. . . is not perfect, much like we are not perfect.
. . . does not hold grudges or demand perfection.
. . . makes all the wrong things in life, right somehow.
. . . is meant to be gulped like lemonade on a hot summer day.
. . . is always there, through times of trial, happy times and hard times.
. . . just happens, but once discovered, needs to be tended like a beautiful garden.
. . . is a road to be traveled slowly, remembering the sights and sounds.
. . . is strength when you are too weak to notice its there.
. . . is a cherished moment of mutual understanding.
. . . reaches into your heart and grabs a firm hold.
. . . is a refreshing rain on a hot day.
. . . is sunshine through the clouds.
. . . cannot be forced or induced.
. . . is relaxed and comfortable.
. . . is a shoulder to lean on.
. . . is an ear to whine to.
. . . gets better with age.
. . . is shared tears.
. . . is shared pain.
. . . is shared joy.
. . . is shared.
. . . is love.
. . . is you.

]]>
http://shinyen-sakura.blog.friendster.com/2006/07/for-my-lovely-frens/feed/